foto1
Menjadi Program Studi Unggul di Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
foto1
Kompetitif di Wilayah Sumatera pada Tahun 2026
foto1
Program Studi dengan Akreditasi B BAN-PT
foto1
Mengembangkan Kerja Sama dengan Berbagai Lembaga atau Instansi Terkait
foto1
Kompetensi Pendukung Lulusan: Jurnalis Media Cetak, Jurnalis Media Televisi, Pengajar BIPA

Mencerdaskan dan Menginspirasi Anak Bangsa

Statistik Pengunjung

388291
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
189
212
401
386526
3504
6080
388291

Your IP: 54.82.73.21
Server Time: 2018-11-19 18:00:51

Login Form

PKKMB Gerbang Awal bagi Mahasiswa Baru STKIP PGRI Sumatera Barat

STKIP PGRI Sumatera Barat (Sumbar) menjadi lingkungan baru bagi 1.239 mahasiswa yang baru diterima kuliah di perguruan tinggi itu untuk tahun akademik 2018/2019 ini. Awal pengenalan lingkungan kampus itu mereka lalui pada Program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang dimulai dari tanggal 20-30 September ini. Dalam kegiatan itu berbagai aktivitas kampus akan mereka ketahui dan lalui hingga masa wisuda tiba. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Prof. Dr. Herri, SE, MBA.

Sedangkan, Anggota DPR RI Komisi X, Endre Saifoel yang juga hadir pada acara PKKMB tersebut menyampaikan bahwa dirinya juga menyerahkan bantuan beasiswa kepada 70 mahasiswa baru yang diterima di STKIP PGRI Sumbar tersebut. Soalnya, kata Endre Saifoel, dari mahasiswa yang diterima perguruan tinggi ini juga berasal dari berbagai latar belakang perekonomian keluarganya. "Untuk mereka yang kurang mampu dan berprestasi, ada disediakan beasiswa. Mulai dari bidik misi dan beasiswa berprestasi," kata Endre Saifoel.

Untuk STKIP PGRI Sumbar sendiri, lanjutnya, akan ada penambahan kouta penerimaan beasiswa bidik misi dari 70 hingga 75 orang mahasiswa. Untuk mereka berprestasi, disediakan kuota beasiswa untuk 100 orang lebih. Terkait keinginan STKIP PGRI Sumbar menjadi universitas, Endre Saifoel yang akrab disapa Haji Wen, memberikan apresiasi dan dorongannya. "Saya siap membantunya nanti," tegas Haji Wen.

 

 

Ketua STKIP PGRI Sumbar, Zusmelia menyampaikan jumlah mahasiswa yang diterima tahun ini terbilang cukup banyak dibanding penerimaan tahun sebelumnya. "Ada sebanyak 1.239 mahasiswa baru untuk 14 prodi. Artinya ada peningkatan hingga 25 persen di bandingkan tahun lalu, yakni 1.239 orang mahasiswa. Dan paling banyak peminatnya, Prodi Ekonomi," katanya. Melihat makin tingginya anomi masyarakat untuk menguliahkan anaknya di STKIP PGRI Sumbar itu, lanjut Zusmelia, tidak terlepas dari upaya pihak STKIP PGRI Sumbar dan Yayasan untuk terus memperbaiki mutu pendidikan di kampus itu melalui penyediaan tenaga dosen berkualitas serta penambahan fasilitas penunjang di kampus STKIP PGRI Sumbar.

"Selain itu bukti lain dari keseriusan kami meningkatkan mutu pendidikan di STKIP PGRI Sumbar ini dapat dilihat dengan keinginan kami untuk menjadikan kampus ini menjadi Universitas pada 2019 nanti," jelas Zusmelia lagi. Ini berangkat dari persyaratan yang sudah disiapkan pihak perguruan ini untuk bertransformasi menjadi sebuah Universitas baru di Sumbar. "Persyaratan yang sudah kami siapkan itu mulai dari sarana dan prasarana, tenaga kependidikan ataupun staf dosen sudah dipersiapkan secara matang," ujar ketua STKIP PGRI Sumbar itu.

Dirinya menambahkan, saat ini sarana dan prasarananya sudah lengkap, ditambah pula sudah memiliki 265 dosen tetap. Dengan rincian, 12 orang dosen luar biasa, 18 orang dosen bergelar doktor, dan 45 orang dosen diantaranya sedang menyelesaikan kuliah S3. "Artinya, target 2020-2024, minimal 20 persen dosen sudah bergelar doktor," tambah Zusmelia. Disamping itu, terangnya, untuk bidang penelitian, STKIP PGRI Sumbar menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang pertama masuk klaster utama dan rangking 83 se-perguruan tinggi di Indonesia. 

Dengan mengikuti kegiatan PKKMB, lanjut Zusmelia, ini nantinya dapat menjadi bekal untuk mendukung keberhasilan studi para mahasiswa itu di kampus STKIP PGRI Sumbar ini. "Karenanya implementasi PKKMB perlu diperkuat dengan peraturan internal perguruan tinggi agar terhindar dari pelanggaran tata tertib, norma, etika dan hukum," ungkap Zusmelia.

Pimpinan Program Studi

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Dra. Indriani Nisja, M.Pd

Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Samsiarni, M.Hum